Tahapan Perkembangan Bahasa Anak dan Cara Mendukungnya

Kemampuan berbahasa adalah salah satu pencapaian penting dalam tumbuh kembang anak. Sejak bayi lahir, mereka mulai berkomunikasi melalui tangisan, lalu berkembang menjadi suara-suara, kata-kata, hingga kalimat yang lebih kompleks. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak.

Memahami tahapan perkembangan bahasa anak membantu orang tua mengenali apakah anak berkembang sesuai usianya, serta memberikan stimulasi yang tepat di rumah. Artikel ini akan membahas tahapan perkembangan bahasa anak berdasarkan usia, serta cara mendukungnya secara sederhana namun efektif.

anak belajar bicara di bantu ibu

Mengapa Perkembangan Bahasa Penting?

Bahasa merupakan fondasi dari hampir semua aktivitas anak sehari-hari. Ketika anak bisa berkomunikasi dengan baik, ia lebih mudah menyampaikan kebutuhan, mengungkapkan perasaan, belajar hal baru, dan membentuk hubungan sosial. Anak yang memiliki keterampilan bahasa yang baik juga cenderung lebih siap dalam menghadapi dunia pendidikan formal.

Sebaliknya, keterlambatan dalam kemampuan bicara bisa memengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami tahapan kemampuan bahasa anak sejak dini.

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Berdasarkan Usia

Berikut adalah tahapan perkembangan bahasa anak secara umum, mulai dari lahir hingga usia 5 tahun:

  1. Usia 0–6 Bulan

Pada tahap ini, komunikasi anak bersifat refleks dan non-verbal. Bayi mengekspresikan kebutuhan melalui tangisan dan ekspresi wajah.

Ciri-ciri:

  • Menangis dengan intonasi berbeda (lapar, lelah, tidak nyaman)
  • Mulai mengoceh (cooing) seperti “oooh” atau “aaah”
  • Merespons suara orang tua dengan senyuman atau gerakan
  • Tertarik pada suara-suara lembut

Cara mendukung:

  • Sering berbicara dengan bayi saat mengganti popok, menyusui, atau bermain
  • Menatap mata bayi saat berbicara
  • Menyanyikan lagu lembut dan membacakan buku cerita bergambar

  1. Usia 6–12 Bulan

Bayi mulai menggabungkan bunyi-bunyi menjadi suku kata sederhana.

Ciri-ciri:

  • Mengoceh lebih bervariasi seperti “ba-ba”, “ma-ma”, “da-da”
  • Mulai mengenal nama-nama benda atau orang
  • Menoleh ke arah suara
  • Bereaksi terhadap namanya sendiri

Cara mendukung:

  • Ucapkan nama benda yang sering digunakan (misalnya “ini botol”, “ini susu”)
  • Ajak bayi melihat dan menyentuh benda sambil menyebut namanya
  • Gunakan nada suara ekspresif saat berbicara

  1. Usia 12–18 Bulan

Anak mulai mengucapkan kata pertama yang bermakna.

Ciri-ciri:

  • Mengucapkan 5–20 kata sederhana (mama, papa, makan, susu)
  • Mengerti instruksi sederhana (“ambil bola”, “sini sayang”)
  • Menunjuk atau menarik tangan orang dewasa untuk menunjukkan keinginan
  • Sering meniru suara atau kata yang didengar

Cara mendukung:

  • Gunakan kata-kata sederhana dan ulangi secara konsisten
  • Ajak anak berinteraksi melalui lagu, cerita, dan permainan
  • Tanggapi ocehan anak seolah itu percakapan serius

  1. Usia 18–24 Bulan

Kemampuan bicara anak mulai meningkat dengan cepat.

Ciri-ciri:

  • Memiliki kosakata sekitar 50 kata atau lebih
  • Mulai menyusun dua kata jadi kalimat sederhana (“mau makan”, “bola jatuh”)
  • Mengerti lebih banyak kata daripada yang bisa diucapkan
  • Menunjuk benda saat disebutkan namanya

Cara mendukung:

  • Ajukan pertanyaan sederhana (“mana kucingnya?”)
  • Gunakan kata tanya: siapa, apa, di mana
  • Puji anak ketika ia mencoba berbicara meski belum jelas

  1. Usia 2–3 Tahun

Anak mulai lebih lancar berbicara, meski pengucapannya belum sempurna.

Ciri-ciri:

  • Kosakata berkembang jadi 200–500 kata
  • Mulai membuat kalimat 3–4 kata (“aku mau minum susu”)
  • Mulai bisa menyebut nama diri dan benda di sekitar
  • Bisa mengikuti dua perintah berurutan (“ambil buku lalu duduk”)

Cara mendukung:

  • Sering ajak anak bercerita tentang aktivitas sehari-hari
  • Beri anak waktu untuk menjawab pertanyaan
  • Hindari langsung membetulkan ucapannya, cukup beri contoh pengucapan yang benar

  1. Usia 3–5 Tahun

Anak menjadi komunikator aktif, mampu mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

Ciri-ciri:

  • Dapat berbicara dalam kalimat lengkap dan runtut
  • Menceritakan pengalaman atau cerita pendek
  • Bertanya terus-menerus (fase “kenapa?”)
  • Mulai mengenal konsep waktu (besok, kemarin)

Cara mendukung:

  • Ajak anak berdiskusi ringan setiap hari
  • Bacakan cerita dan minta anak menceritakan kembali
  • Libatkan anak dalam permainan peran (bermain masak-masakan, dokter-dokteran)

Cara Efektif Mendukung Perkembangan Bahasa Anak

  1. Berbicara Setiap Hari

Jadikan percakapan sebagai bagian dari rutinitas. Ceritakan apa yang Anda lakukan (“Mama lagi masak sayur”), ajukan pertanyaan, dan beri kesempatan anak merespons.

  1. Membaca Buku Bersama

Buku cerita adalah alat yang luar biasa untuk mengembangkan kosakata, pemahaman cerita, dan konsentrasi anak. Pilih buku bergambar besar, berwarna cerah, dan cerita pendek.

  1. Menyanyi dan Bermain Musik

Lagu anak-anak dengan lirik sederhana membantu anak mengenali kata dan ritme bahasa. Gerakan tangan saat menyanyi juga memperkuat pemahaman.

  1. Batasi Layar dan Gantilah dengan Interaksi Langsung

Terlalu banyak paparan TV atau gadget pasif tidak seefektif percakapan langsung. Interaksi nyata dengan orang tua jauh lebih berdampak pada perkembangan bahasa.

  1. Tanggapi dan Tiru Ucapan Anak

Tunjukkan bahwa apa yang dikatakan anak penting. Tanggapi ocehan dan ucapannya, bahkan jika belum sempurna, agar ia merasa dihargai dan terus ingin belajar.

  1. Gunakan Bahasa yang Sederhana namun Jelas

Bicaralah dengan bahasa yang sedikit lebih tinggi dari kemampuan anak. Misalnya, jika anak berkata “mau susu”, Anda bisa membalas, “Oh, kamu mau minum susu, ya?”

Tahapan Tumbuh Kembang Anak 0–5 Tahun

Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Perkembangan bahasa setiap anak bisa berbeda, namun Anda perlu waspada jika:

  • Anak 12 bulan belum mengoceh atau merespons suara
  • Anak 18 bulan belum mengucapkan satu kata bermakna pun
  • Anak 2 tahun belum bisa menyusun dua kata
  • Anak tidak merespons ketika dipanggil atau tampak tidak memahami instruksi sederhana

Jika tanda-tanda tersebut terlihat, segera konsultasikan ke dokter anak atau ahli tumbuh kembang untuk evaluasi dan stimulasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Perkembangan bahasa anak adalah proses bertahap yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, interaksi, dan dukungan orang tua. Dengan memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia, anak akan tumbuh menjadi komunikator yang percaya diri dan siap bersosialisasi.

Mulailah dari hal sederhana: ajak anak bicara, baca buku bersama, dengarkan dengan sabar, dan jangan takut mengulang-ulang kata atau cerita. Dalam dunia anak, setiap kata baru adalah pintu menuju pemahaman yang lebih luas.

Ingat, tidak ada cara instan. Yang dibutuhkan adalah keterlibatan, kasih sayang, dan waktu berkualitas bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2025 Grotima