Setiap anak berkembang dalam kecepatan yang berbeda-beda, namun ada tahapan umum yang biasanya dicapai anak pada usia ini, yang terbagi dalam beberapa aspek:
1. Perkembangan Motorik Kasar
Pada usia ini, anak mulai:
- Belajar berjalan sendiri tanpa bantuan
- Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh
- Berjalan cepat bahkan berlari kecil
- Memanjat perabotan rendah atau tangga dengan bantuan
- Menendang dan melempar bola
Anak menjadi sangat aktif secara fisik. Ia senang bergerak, menjelajah, dan mengeksplorasi sekitarnya.

2. Perkembangan Motorik Halus
Kemampuan jemari anak makin terlatih. Ia mulai bisa:
- Mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan telunjuk
- Memasukkan benda ke dalam wadah
- Menyusun balok
- Membuka tutup botol atau kotak sederhana
- Mencoret-coret dengan krayon atau pensil
Anak juga menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas seperti menyusun, merobek, atau menekan benda-benda kecil yang merangsang kekuatan otot halusnya.
3. Perkembangan Kognitif
Di usia ini, anak semakin memahami dunia sekitarnya. Ia mulai:
- Mengenal bentuk, warna, dan ukuran
- Mengingat lokasi mainan atau benda kesayangan
- Memahami hubungan sebab-akibat
- Meniru tindakan orang dewasa
- Menyelesaikan tugas sederhana seperti mencocokkan benda
Anak usia 1–2 tahun sangat tertarik bereksperimen. Mereka belajar banyak melalui observasi dan meniru.
4. Perkembangan Bahasa
Anak mulai berkembang pesat dalam memahami dan menggunakan bahasa. Ia biasanya sudah:
- Mengucapkan kata-kata sederhana seperti “Mama”, “Papa”, “makan”, dan “tidur”
- Menyusun kalimat pendek 2–3 kata menjelang usia 2 tahun
- Menunjuk benda ketika ditanya
- Meniru suara binatang atau benda
- Menyebut nama anggota keluarga atau benda favorit
Anak juga mulai memahami perintah sederhana seperti “ayo duduk”, “ambil bola”, atau “simpan mainanmu”.
5. Perkembangan Sosial dan Emosional
Secara emosional dan sosial, anak mulai:
- Meniru ekspresi atau tindakan orang lain
- Menunjukkan rasa sayang seperti memeluk atau mencium
- Menangis saat berpisah dari orang tua (separation anxiety)
- Bermain secara paralel dengan anak lain (parallel play)
- Menunjukkan keinginan untuk mandiri, meski masih membutuhkan bantuan
Di usia ini, tantrum mulai muncul karena anak belum bisa mengekspresikan perasaan dengan kata-kata.
Aktivitas Pendukung yang Bisa Dilakukan di Rumah
Agar perkembangan anak berjalan optimal, berikut aktivitas yang bisa dilakukan orang tua di rumah, sesuai dengan masing-masing aspek:
- Aktivitas Motorik Kasar
- Bermain kejar-kejaran di ruang terbuka
- Berjalan menaiki tangga kecil sambil berpegangan
- Bermain bola (menendang dan melempar)
- Menari mengikuti lagu anak-anak
- Mengajak anak naik sepeda roda tiga
Aktivitas ini membantu anak mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot besar.
- Aktivitas Motorik Halus
- Memberikan mainan balok susun
- Bermain dengan puzzle sederhana
- Menggambar menggunakan krayon
- Bermain mencocokkan bentuk
- Meremas adonan bermain atau plastisin
Aktivitas ini menstimulasi ketepatan dan kekuatan tangan serta jari anak.
- Aktivitas Kognitif
- Bermain petak umpet sederhana dengan benda
- Mengelompokkan mainan berdasarkan warna atau bentuk
- Memainkan boneka tangan atau boneka jari
- Mengajak anak membantu saat merapikan mainan
- Memberikan permainan edukatif yang memicu pemikiran logis
Stimulasi ini membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
- Aktivitas Bahasa
- Membacakan buku cerita bergambar
- Bernyanyi bersama lagu anak-anak
- Menyebut nama benda-benda di sekitar
- Menjawab pertanyaan sederhana (“mana bola?”, “apa warna ini?”)
- Menceritakan kegiatan sehari-hari
Semakin sering anak diajak berkomunikasi, semakin cepat ia belajar berbicara.
- Aktivitas Sosial dan Emosional
- Bermain pura-pura (masak-masakan, dokter-dokteran)
- Mengajak anak bermain dengan teman sebaya
- Memberi pujian saat anak berhasil melakukan sesuatu
- Mengajarkan anak mengungkapkan emosi (“sedih”, “marah”, “senang”)
- Melatih anak berbagi atau bergiliran saat bermain
Membangun hubungan emosional yang aman sangat penting bagi kepercayaan diri anak.
Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan
Orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut di usia 1–2 tahun:
- Belum bisa berdiri atau berjalan sendiri di usia 18 bulan
- Tidak mengucapkan satu kata pun yang bermakna hingga 15 bulan
- Tidak menanggapi panggilan nama atau suara
- Tidak menunjukkan minat bermain atau berinteraksi
- Tidak dapat menunjuk benda yang diminta
- Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki
Jika salah satu atau lebih tanda tersebut terlihat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau ahli tumbuh kembang.
Tips Bagi Orang Tua
Berikut beberapa tips yang bisa membantu orang tua mendampingi anak usia 1–2 tahun:
- Ciptakan Rutinitas yang Konsisten
Anak merasa aman dan nyaman dengan rutinitas yang teratur, seperti waktu makan, tidur, dan bermain. - Berikan Nutrisi yang Seimbang
Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya. - Sediakan Lingkungan yang Aman untuk Bereksplorasi
Rumah harus childproof agar anak bisa bergerak bebas dan aman. - Libatkan Anak dalam Aktivitas Harian
Misalnya, ajak anak menyapu mainan atau memilih baju. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian. - Sabar dan Konsisten dalam Mengasuh
Perkembangan anak tidak instan. Dibutuhkan kesabaran dalam mendampingi proses belajar dan tumbuh mereka. - Lakukan Pemeriksaan Rutin
Kunjungi Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memantau tumbuh kembang secara berkala.
Kesimpulan-Pahami Agar Anak Tumbuh Optimal
Usia 1–2 tahun adalah masa emas perkembangan anak yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan memahami milestone perkembangan serta memberikan stimulasi yang sesuai, orang tua dapat membantu anak tumbuh optimal — baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional.
Tidak perlu kegiatan yang rumit. Interaksi hangat, bermain bersama, dan membacakan cerita setiap hari adalah bentuk stimulasi yang sangat berarti. Selama anak mendapatkan kasih sayang, nutrisi, dan stimulasi yang tepat, maka setiap hari adalah langkah maju dalam perjalanan tumbuh kembangnya.




