Parenting positif adalah pendekatan mendidik anak berdasarkan rasa saling menghormati, empati, dan dorongan yang membangun. Untuk anak usia dini (0–6 tahun), metode ini terbukti efektif menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, serta keterampilan sosial dan emosional yang kokoh. Berikut adalah rangkuman 10 tips parenting positif yang dapat diterapkan sehari-hari agar si kecil tumbuh bahagia dan seimbang.

1. Bangun Hubungan dengan Kehangatan Fisik dan Emosional
- Pelukan dan Sentuhan: Sentuhan hangat, pelukan, atau pijatan lembut saat memakaikan baju menciptakan rasa aman dan ikatan emosional yang dalam.
- Kontak Mata dan Senyuman: Tatap mata anak saat berbicara, tunjukkan senyuman, dan gunakan nada suara lembut untuk memperkuat kepercayaan diri mereka.
2. Pujian Spesifik dan Dorongan yang Membangun
- Pujian Proses, Bukan Hanya Hasil: Alih-alih memuji “Kamu pintar!”, lebih baik berkata, “Kerja bagus, ya! Kamu tekun mewarnainya.” Ini menekankan usaha dan ketekunan.
- Hindari Pujian Berlebihan yang Tak Jelas: Pujian generik seperti “Hebat sekali!” tanpa konteks bisa membuat anak bingung.
3. Gunakan Bahasa Positif dan Ajakan
- Alih-alih “Jangan berlari!”, katakan “Ayo berjalan perlahan, ya.”
- Alih-alih “Stop berteriak!”, gunakan “Bisakah kamu bicara dengan suara pelan agar adik tidak kaget?”
Bahasa positif membantu anak memahami apa yang diharapkan, bukan sekadar larangan.
4. Tetapkan Batasan dengan Disiplin Positif
- Kontrol Diri dan Konsistensi: Beri tahu aturan dengan jelas (misalnya, waktu bermain gadget maksimal 30 menit), dan terapkan konsekuensi sesuai kesepakatan (misalnya, main gadget dihentikan satu hari saat aturan dilanggar).
- Time-Out atau Istirahat Singkat: Alih-alih hukuman fisik, gunakan waktu istirahat pendek (1–2 menit per usia) untuk memberi anak kesempatan menenangkan diri.
5. Dengarkan dan Validasi Perasaan Anak
- Tanyakan Perasaan Mereka: “Kamu sedih karena mainannya rusak, ya? Ibu paham itu mengecewakan.”
- Empati Tanpa Menghakimi: Validasi emosi mereka tanpa meremehkan. Anak yang merasa didengar akan lebih mudah mengatur emosinya.
6. Ciptakan Rutinitas Harian yang Konsisten
- Rutinitas Tidur dan Makan: Waktu tidur antara pukul 19.00–20.00 dan makan teratur membantu anak merasa aman dan tahu apa yang diharapkan.
- Rutinitas Belajar dan Bermain: Jadwalkan waktu untuk membaca buku, aktivitas motorik, dan bermain bersama agar perkembangan kognitif dan fisik seimbang.
7. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan Sederhana
- Pilihan Terbatas: Tawarkan dua opsi yang aman (“Mau pakai baju biru atau baju merah?”). Anak belajar tanggung jawab dan percaya diri mengambil keputusan.
- Libatkan dalam Tugas Ringan: Saat membereskan mainan, mintalah anak memasukkan balok ke kotak berwarna. Ini menumbuhkan kebiasaan kerja sama.
8. Jadilah Teladan (Modeling)
- Perilaku yang Diinginkan: Anak meniru orang tua. Tunjukkan kesabaran, empati, dan komunikasi positif dalam interaksi sehari-hari.
- Kelola Emosi Sendiri: Saat marah atau stres, tunjukkan cara menenangkan diri (tarik napas dalam, bilang “Ibu perlu tenang dulu”). Anak belajar regulasi emosi.
9. Perkuat Keterampilan Sosial melalui Bermain Bersama
- Bermain Peran dan Bercerita: Aktivitas seperti dokter-dokteran atau toko-tokoan membantu anak belajar berbagi, bergiliran, dan memecahkan konflik.
- Kegiatan Kelompok: Ajak anak bermain dengan teman sebaya untuk melatih empati, komunikasi, dan kerja sama.
10. Jaga Kesehatan dan Energi Anak
Anak yang sehat secara fisik lebih mudah menerima pembelajaran emosional dan sosial. Pastikan:
- Gizi Seimbang: Variasikan menu harian dengan karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
- Aktivitas Fisik: Biarkan anak bermain di luar rumah minimal 1 jam per hari untuk menguatkan otot dan tulang.
- Istirahat Cukup: Anak usia 3–5 tahun membutuhkan 10–13 jam tidur termasuk tidur siang.
- Suplemen Pendukung (Opsional): Jika diperlukan, berikan suplemen herbal seperti Grotima yang mengandung madu, temulawak, ikan gabus, dan gamat emas untuk meningkatkan daya tahan dan nafsu makan anak.

Kesimpulan
Parenting positif menekankan hubungan yang hangat, komunikasi terbuka, dan disiplin membangun untuk mengembangkan potensi terbaik anak usia dini. Dengan menerapkan tips di atas secara konsisten, orang tua dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan keterampilan sosial yang kokoh pada si kecil. Ingat, kesabaran dan keteladanan orang tua adalah kunci utama keberhasilan dalam perjalanan parenting positif.
Mulailah Praktikkan Parenting Positif Hari Ini!
Ciptakan keluarga yang penuh cinta, empati, dan saling mendukung agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan tangguh.




