Tahun Baru Islam atau 1 Muharram adalah momen penting dalam kalender Hijriyah. Tidak hanya bermakna sebagai awal tahun dalam Islam, hari ini juga mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah — simbol perjuangan, pembaruan diri, dan tekad untuk menjadi lebih baik.
Sebagai orang tua, kita bisa menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas untuk mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna. Alih-alih hanya merayakannya secara seremonial, mari ajak anak memaknai Tahun Baru Islam melalui kegiatan edukatif yang menumbuhkan iman, karakter, dan rasa cinta terhadap agama.
Mengapa Anak Perlu Dikenalkan Tahun Baru Islam?
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Jika kita rutin mengenalkan dan menghidupkan tradisi Islam sejak dini, mereka akan tumbuh dengan pemahaman dan kebanggaan terhadap identitasnya sebagai Muslim. Mengenalkan Tahun Baru Islam kepada anak akan:
- Menumbuhkan rasa cinta terhadap agama sejak usia dini
- Memberi pemahaman tentang sejarah Islam dan peristiwa hijrah
- Mengajarkan nilai hijrah sebagai proses menjadi lebih baik
- Mengasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif lewat aktivitas edukatif
Dengan pendekatan yang menyenangkan, momen 1 Muharram bisa menjadi pengalaman yang berkesan dan bermanfaat untuk perkembangan spiritual dan emosional anak.
Kegiatan Edukatif untuk Memaknai Tahun Baru Islam bersama Anak
Berikut adalah ide kegiatan edukatif yang bisa dilakukan bersama anak untuk merayakan dan memaknai 1 Muharram dengan cara yang penuh nilai:
- Bercerita Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW
Kisah hijrah dari Makkah ke Madinah adalah inti peringatan Tahun Baru Islam. Ceritakan kepada anak bagaimana perjuangan Nabi dan para sahabat mempertahankan iman mereka.

Tips:
- Gunakan buku cerita anak bergambar
- Ceritakan dengan nada suara ekspresif
- Gunakan boneka atau gambar ilustrasi untuk memvisualisasikan
- Ajak anak berdiskusi setelahnya: “Apa yang kamu pelajari dari cerita ini?”
Kegiatan ini membantu anak memahami makna hijrah secara emosional dan spiritual.
- Membuat Kalender Hijriyah Bersama
Kalender Hijriyah sering kali belum familiar bagi anak. Ajak mereka membuat kalender Hijriyah sendiri sebagai proyek kreatif.
Langkah:
- Gunakan kertas karton warna-warni
- Tulis bulan-bulan Hijriyah seperti Muharram, Safar, Rabiul Awal, dll
- Tambahkan gambar kecil untuk hari besar Islam
- Gunakan stiker dan alat mewarnai untuk membuatnya menarik
Melalui kegiatan ini, anak akan lebih akrab dengan penanggalan Islam.
- Menulis Resolusi Tahun Baru Islam
Ajak anak membuat “resolusi hijrah” atau niat-niat baik untuk tahun baru. Gunakan bahasa yang sederhana dan sesuai usia anak.
Contoh resolusi:
- Aku mau lebih rajin salat
- Aku akan membantu mama tanpa disuruh
- Aku akan lebih sabar dan tidak mudah marah
Tuliskan di buku atau tempel di dinding kamar sebagai pengingat. Orang tua juga bisa membuat resolusi bersama untuk memberi contoh.
- Membuat Kartu Ucapan 1 Muharram
Buat momen Tahun Baru Islam semakin meriah dengan membuat kartu ucapan yang bisa dikirimkan ke teman atau keluarga.
Bahan yang dibutuhkan:
- Kertas lipat, spidol warna-warni, stiker islami
- Tulisan ucapan seperti “Selamat Tahun Baru Islam 1447 H”, “Semoga Kita Hijrah Menjadi Lebih Baik”
Selain melatih kreativitas, anak juga belajar nilai silaturahmi dan menyebarkan kebaikan.
- Menyusun Puzzle Hijrah
Gunakan gambar peristiwa hijrah (misalnya unta, goa Tsur, perjalanan Nabi) dan potong menjadi puzzle sederhana. Anak diminta menyusunnya kembali.
Manfaat kegiatan ini:
- Melatih konsentrasi dan logika
- Mengenalkan tokoh dan peristiwa penting dalam sejarah Islam
- Menjadikan belajar sejarah sebagai aktivitas menyenangkan
- Berbagi Makanan atau Sedekah Muharram
Ajak anak menyiapkan makanan kecil untuk dibagikan ke tetangga, teman, atau anak yatim. Kegiatan berbagi mengajarkan empati dan nilai kebaikan.
Tips:
- Libatkan anak dalam proses menyiapkan makanan
- Jelaskan kepada anak tentang keutamaan bersedekah
- Tulis pesan kecil di kemasan: “Berbagi di Tahun Baru Islam – Semoga Hijrah Kita Diberkahi”
Anak belajar bahwa merayakan Tahun Baru Islam bukan hanya soal perayaan, tapi juga aksi nyata.
- Menyanyikan Lagu Islam atau Nasyid tentang Hijrah
Lagu-lagu Islami dengan tema hijrah bisa menjadi sarana belajar yang efektif dan menyenangkan.
Contoh lagu:
“Hijrah itu perjuangan, hijrah itu pengorbanan…”
Anak-anak bisa menyanyikan bersama atau membuat pertunjukan kecil di rumah.
Makna Hijrah yang Relevan untuk Anak
Kata “hijrah” tidak harus selalu diartikan secara fisik. Dalam kehidupan anak, hijrah bisa dimaknai sebagai perubahan ke arah yang lebih baik. Contohnya:
- Hijrah dari malas menjadi rajin
- Hijrah dari suka marah menjadi lebih sabar
- Hijrah dari suka bermain terus menjadi lebih suka belajar
Dengan contoh konkret dan sesuai usia, anak bisa memahami bahwa setiap orang bisa menjadi lebih baik setiap hari.
Tips Orang Tua dalam Mendampingi Anak Memaknai Tahun Baru Islam
- Jadilah teladan: tunjukkan semangat hijrah dalam keseharian
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak
- Bangun suasana menyenangkan agar anak tidak merasa dipaksa
- Dengarkan pendapat anak dan beri ruang untuk berekspresi
- Buat perayaan sederhana tapi bermakna bersama keluarga
Kesimpulan
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tapi juga momen untuk memperbarui niat dan memperbaiki diri. Melalui berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, anak-anak dapat memaknai 1 Muharram sebagai ajang hijrah — menjadi pribadi yang lebih baik, lebih santun, dan lebih dekat dengan Allah.
Sebagai orang tua, kita bisa menjadikan momen ini sebagai sarana menanamkan nilai-nilai Islam, mempererat hubungan keluarga, sekaligus membentuk karakter anak yang kuat secara spiritual dan sosial.
Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat untuk memulai hijrah — tidak hanya untuk kita, tapi juga bersama anak-anak yang akan menjadi generasi penerus umat.
Baca juga : Memaknai Tahun Baru Islam Bersama Keluarga




