5 Resep MPASI Kaya Protein dari Ikan Gabus

Mengenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi tidak hanya soal tekstur dan rasa, tetapi juga kandungan nutrisi yang tepat bagi tumbuh kembangnya. Protein menjadi salah satu makronutrien esensial untuk pertumbuhan otot, regenerasi sel, dan kesempurnaan fungsi tubuh. Salah satu sumber protein hewani yang unggul adalah ikan gabus, karena kandungan albuminnya yang sangat tinggi. Seperti dikatakan oleh Dr. Attila Dewanti, Sp.A:

“Ikan gabus mengandung albumin tertinggi di antara sumber protein lain – penting untuk regenerasi sel dan pemulihan sakit!” – Dr. Attila Dewanti, Sp.A

Dengan kualitas protein sekaligus kemudahan pengolahan, ikan gabus sangat cocok dijadikan bahan utama dalam MPASI bayi. Berikut lima resep MPASI berbasis ikan gabus yang praktis, bergizi, dan lezat untuk si kecil.

  1. Bubur Ikan Gabus Wortel

Bahan-bahan

  • 50 g daging fillet ikan gabus (tanpa duri, bersihkan dan cincang halus)
  • ½ buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil
  • 30 g beras (cuci bersih)
  • 500 mL air kaldu ayam rendah garam (atau air matang)
  • 1 sdm minyak kelapa murni (opsional untuk menambah lemak sehat)
  • Sejumput garam halus (opsional, sangat kecil untuk bayi >7 bulan)

Cara Memasak

  1. Masak Bubur Dasar: Rebus beras dengan 300 mL air hingga menjadi bubur lembut, aduk sesekali agar tidak gosong.
  2. Tambahkan Wortel: Masukkan potongan wortel ke dalam bubur yang sudah mulai lembut, tambahkan sisa air kaldu, masak hingga wortel sangat empuk (± 5 menit).
  3. Masukkan Ikan Gabus: Tambahkan daging ikan gabus cincang, angkat kotoran atau serabut dengan saringan halus jika perlu. Aduk perlahan agar ikan menyatu dengan bubur.
  4. Penambahan Minyak dan Bumbu: Tambahkan minyak kelapa, aduk rata. Jika sudah bayi usia >7 bulan dan dokter menyarankan sedikit garam, masukkan sejumput garam.
  5. Haluskan: Angkat, biarkan bubur mendingin sedikit, lalu haluskan dengan blender atau saringan hingga tekstur sesuai kemampuan mengunyah bayi. Sajikan hangat.

Kandungan Nutrisi Per Porsi (±200 mL):

  • Kalori: 120 kkal
  • Protein: 6 g
  • Lemak: 4 g
  • Karbohidrat: 14 g
  1. Puree Ikan Gabus Labu Siam

Bahan-bahan

  • 50 g fillet ikan gabus (keringkan, buang serabut)
  • 100 g labu siam (kupas dan potong dadu kecil)
  • 1 siung bawang merah kecil, iris tipis
  • 200 mL air kaldu ayam rendah garam (atau air matang)
  • 1 sdt minyak zaitun (opsional)

Cara Memasak

  1. Rebus Labu Siam: Rebus potongan labu siam dengan 100 mL air hingga empuk (±6–8 menit). Tiriskan dan sisihkan kuahnya.
  2. Tumis Bawang: Panaskan sedikit minyak zaitun (atau margarin bayi), tumis bawang merah hingga harum (hindari warna kecokelatan).
  3. Tambahkan Ikan: Masukkan ikan gabus cincang, aduk perlahan hingga ikan berubah warna.
  4. Gabungkan dengan Labu Siam: Masukkan labu siam dan sisa air kaldu, masak bersama ikan selama 3–4 menit agar rasa menyatu.
  5. Blender atau Haluskan: Angkat, biarkan sedikit dingin, lalu haluskan semua bahan dengan blender atau saringan hingga cocok untuk tekstur bayi (bisa dibuat agak kasar untuk bayi ≈9–12 bulan). Sajikan hangat.

Keunggulan Resep:
– Kombinasi labu siam yang lembut dengan ikan gabus bergizi tinggi menjadikannya pilihan sempurna untuk bayi yang baru belajar mengunyah.

  1. Puding Ikan Gabus Pisang

Bahan-bahan

  • 50 g ikan gabus kukus (daging dipisahkan dari duri, suwir halus)
  • 1 buah pisang ambon matang (kupas dan potong-potong)
  • 150 mL ASI perah atau susu UHT full cream (sesuai kebutuhan bayi >1 tahun)
  • 1 sdt tepung maizena (larutkan dengan 1 sdm air)
  • Sejumput garam (opsional untuk bayi >1 tahun)

Cara Memasak

  1. Siapkan Ikan Gabus: Kukus daging ikan gabus selama 5 menit, suwir halus, sisihkan.
  2. Haluskan Pisang: Blender pisang hingga lembut, sisihkan dalam mangkuk.
  3. Rebus ASI atau Susu: Panaskan ASI perah/susu UHT dalam panci di atas api kecil, tambahkan larutan tepung maizena sambil diaduk perlahan agar tidak bergumpal.
  4. Tambahkan Ikan dan Pisang: Masukkan suwir ikan gabus dan puree pisang ke dalam susu yang sudah mengental, aduk rata hingga menjadi adonan puding kental.
  5. Dinginkan: Tuang ke dalam cetakan kecil atau mangkuk bayi, dinginkan di kulkas selama 30–45 menit hingga puding mengeras. Sajikan dingin atau suhu ruang sesuai selera bayi.

Manfaat Tambahan:
– Pisang mengandung kalium dan serat yang baik untuk pencernaan, ditemani protein albumin dari ikan gabus, kombinasi ini membantu regenerasi sel dan menjaga energi bayi.

  1. Perkedel Ikan Gabus Ubi Jalar

Bahan-bahan

  • 75 g ikan gabus kukus (daging disuwir halus)
  • 100 g ubi jalar (kupas, potong dadu, kukus hingga lunak)
  • 1 sdt bawang merah goreng (haluskan, bisa diganti bawang merah yang ditumis halus tanpa minyak berlebihan)
  • 1 butir kuning telur ayam kampung (opsional, untuk bayi >9 bulan jika sudah kenal telur)
  • Sejumput garam halus (untuk bayi >1 tahun)
  • Minyak kelapa atau minyak sayur secukupnya untuk menggoreng (gunakan minyak sedikit, masak dengan api kecil)

Cara Membuat

  1. Ambil Ubi Jalar: Setelah ubi jalar matang, tiriskan dan haluskan dengan sendok atau garpu hingga lembut.
  2. Campur Bahan: Campurkan suwir ikan gabus, bawang merah halus, dan kuning telur ke dalam ubi jalar. Tambahkan sejumput garam jika bayi sudah di atas 1 tahun. Aduk hingga adonan kalis dan tercampur rata.
  3. Bentuk Perkedel: Ambil 1 sdm adonan, bentuk bulat pipih sesuai genggaman tangan kecil.
  4. Goreng dengan Sedikit Minyak: Panaskan wajan anti lengket dengan 1 sdm minyak kelapa, letakkan perkedel, goreng dengan api kecil hingga kuning kecokelatan di kedua sisi (±2 menit per sisi). Tiriskan.
  5. Penyajian: Sajikan hangat sebagai camilan atau lauk pendamping nasi tim untuk bayi ≈8–12 bulan. Daging perkedel mudah dikunyah, cocok untuk bayi yang sedang belajar mengunyah.

Catatan Nutrisi:
– Perkedel ini kaya protein dari ikan gabus sekaligus energi dari ubi jalar, membantu mempertahankan stamina bayi sepanjang hari.

  1. Sup Kaldu Ikan Gabus Bayam

Bahan-bahan

  • 50 g fillet ikan gabus (potong dadu kecil, buang serabut)
  • 1 genggam daun bayam muda (cuci bersih, buang tangkai keras)
  • ½ buah wortel (iris tipis)
  • 1 batang seledri (iris halus)
  • 400 mL air kaldu ayam rendah garam (atau air matang)
  • 1 siung bawang putih (haluskan)
  • 1 sdt minyak zaitun (opsional untuk rasa lembut)
  • Sejumput garam dan merica bubuk halus (opsional, hanya untuk bayi >1 tahun)

Cara Memasak

  1. Tumis Bumbu: Panaskan sedikit minyak zaitun, tumis bawang putih hingga harum (hindari warna cokelat).
  2. Rebus Kaldu: Tuang air kaldu (atau air matang), masukkan potongan wortel, masak hingga wortel agak lunak (±5 menit).
  3. Masukkan Ikan Gabus: Tambahkan dadu ikan gabus, masak dengan api kecil selama 3–4 menit hingga ikan berubah warna dan matang sempurna.
  4. Tambahkan Sayur: Masukkan bayam dan irisan seledri, masak sebentar hingga bayam layu (±1 menit). Jika bayi sudah >1 tahun, tambahkan sejumput garam dan merica.
  5. Haluskan atau Sajikan Saring: Untuk bayi ≈6–9 bulan, angkat bahan, pisahkan kuah dan sayur, lalu haluskan semuanya dengan blender. Untuk bayi >9–12 bulan, bisa disajikan dengan tekstur agak kasar (potongan kecil) sesuai kemampuan mengunyah.

Manfaat Resep:
– Sup ini kaya protein albumin dari ikan gabus, vitamin A dari wortel, serta zat besi dan vitamin K dari bayam yang mendukung fungsi imun dan kesehatan darah bayi.

Tips Memasak MPASI Ikan Gabus

  1. Pilih Ikan Gabus Berkualitas
    Utamakan ikan gabus segar atau fillet beku yang dijamin bebas bau amis. Pastikan membersihkan duri dan serabut putih pada daging ikan agar tekstur halus dan mudah dihaluskan.
  2. Perhatikan Tekstur Sesuai Usia Bayi
    – Usia 6–8 bulan: MPASI dilunakkan dan dihaluskan maksimal, tanpa gumpalan.
    – Usia 9–11 bulan: Tekstur bisa dibuat agak bulan-bulan (puree dengan sisa butiran halus).
    – Usia 12 bulan ke atas: Sajikan potongan kecil untuk melatih gigitan dan mengunyah.
  3. Pengolahan Awal Ikan
    Kukus atau rebus ikan gabus sebelum diolah bersama bahan lain. Ini membantu:
  • Menjaga kandungan albumin lebih optimal (hindari overcook).
  • Mempermudah saat memisahkan daging ikan dari duri dan serabut.

  • Variasi Sayuran & Buah
    Kombinasikan ikan gabus dengan sayur-sayuran berwarna (wortel, labu, bayam) dan buah (pisang, pepaya) agar bayi mendapatkan vitamin, mineral, dan serat.
  • Pengawetan Sementara (Batch Cooking)
    Anda bisa memasak dalam porsi lebih banyak, lalu simpan di wadah tertutup rapat di kulkas (maksimal 24 jam) atau di freezer (maksimal 1 bulan). Pastikan memanaskan ulang hingga mendidih sebelum diberikan.
  • Hindari Bahan Pemicu Alergi
    Jika keluarga memiliki riwayat alergi ikan atau makanan laut, konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkan MPASI ikan gabus. Awali dengan porsi kecil untuk melihat reaksi bayi.

 

Ikan gabus merupakan pilihan sumber protein berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi bayi yang sedang menjalani masa MPASI. Dengan kandungan albumin tertinggi di antara sumber protein lain, ikan gabus membantu regenerasi sel dan pemulihan kesehatan bayi secara optimal. Kelima resep di atas—Bubur Ikan Gabus Wortel, Puree Ikan Gabus Labu Siam, Puding Ikan Gabus Pisang, Perkedel Ikan Gabus Ubi Jalar, dan Sup Kaldu Ikan Gabus Bayam—memberikan variasi rasa serta tekstur agar MPASI tidak membosankan.

Selalu perhatikan kebersihan, tekstur sesuai usia, dan kualitas bahan baku untuk menjaga keamanan dan nutrisi MPASI. Dengan memperkenalkan ikan gabus sejak dini, Anda memupuk kebiasaan makan sehat, sekaligus memberikan fondasi protein yang kuat untuk tumbuh kembang optimal si kecil. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Baca juga : Pentingnya Makanan dan Gizi Seimbang bagi Tumbuh Kembang Anak 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2025 Grotima